Viral Pemilik Tempat Wisata Keluhkan Ulah Turis Perusak

Viral Pemilik Tempat Wisata Keluhkan Ulah Turis Perusak

Viral Pemilik Tempat Wisata Keluhkan Ulah Turis Perusak

Beberapa negara mulai melonggarkan keputusan berkaitan pandemi Covid-19, termasuk Malaysia. Dengan pemerintah berikan kebebasan pada warga untuk melintasi negara bagian, banyak dari mereka yang buru-buru pergi berlibur ke tempat-tempat wisata lokal.

Sayangnya, bersama lebih banyak orang yang datang, ini termasuk berarti staf di sebagian tempat berikut mungkin bakal ada problem mengendalikan tabiat pelancong yang kadangkala tak sanggup diatur.

Sebuah resor danau di Perlis, Malaysia, share pengalaman mereka di Facebook berkaitan wisatawan yang tidak pengertian itu.

Keluhan pemilik tempat wisata

Mereka mengawali postingan bersama menanyakan kepada netizen, apakah menurut mereka tulip buatan yang dipasang bagus dan nampak lebih bagus di malam hari?

Kami meminta seluruh orang bekerja sama bersama kami. Tolong perlakukan bunga bersama hati-hati. Jangan menginjak, duduk, berbaring, atau menuai bunganya.”

Perilaku tak terpuji wisatawan

Mereka mengatakan bahwa mereka meminta para wisatawan memperlakukan tulip-tulip buatan itu bersama hati-hati. Ini dikarenakan, bunga berikut dibikin satu per satu oleh staf di tempat tersebut.

Postingan itu ditulis bersama suara lembut. Juga terdapat sebagian gambar tulip buatan yang indah, serta potret bunga-bunga tulip yang rusak akibat tabiat wisatawan yang berbaring atau duduk di atas tulip tersebut.

Respons netizen

Netizen menyayangkan sikap para wisatawan yang tak sanggup menjaga keindahan tempat tersebut. Bahkan tersedia yang berkomentar sebaiknya tempat berikut diberi pagar besi/listrik saja supaya wisatawan tak sanggup merusaknya.

“Kera sanggup bunga seperti itulah jadinya,” tulis seorang netizen.

“Kalau aku, bakal taruh pagar listrik. Taruh papan isyarat besar supaya tidak disentuh oleh wisatawan,” tulis yang lain.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *