Candi Brahu Tempat Wisata Mendidik di Mojokerto

Candi Brahu Tempat Wisata Mendidik di Mojokerto – Candi Brahu adalah tidak benar satu candi peninggalan kerajaan Majapahit yang memiliki beberapa manfaat perlu dan menjadi peninggalan era kejayaan kerajaan Majapahit. Candi Brahu tepatnya terletak di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Situs Candi Brahu menjadi tidak benar satu jujukan alternatif liburan bagi keluarga untuk menghabiskan waktu.

Sejarah Candi Brahu di Mojokerto sudah dibangun sejak era raja Brawijaya I dan mampu dikatakan bahwa candi tersebut merupakan candi yang paling tua satu diantara candi-candi lain yang tersedia di Trowulan. Candi ini merupakan pandarmaan dari raja Brawijaya, menjadi yang pertama sampai keempat. Candi ini sudah di restorasi, meskipun tidak sejarah utuh sebab ada problem sebab bangunan candi yang terbuat dari batu bata merah yang direkatkan satu sama lain bersama system gosok.

Cukup bersama uang tiket masuk Rp 3000, Anda mampu nikmati candi yang memiliki panjang kira-kira 22,5 mtr. bersama lebar 18 meter, dan ketinggian 20 meter. Candi Brahu bersifat budist dicermati dari bentuk stupanya. Di kira-kira kompleks candi pernah ditemukan benda kuno lain, seperti alat upacara dari logam, perhiasan dan benda-benda lain dari emas, dan juga arca logam yang seutuhnya menunjukkan tanda-tanda ajaran Buddha, supaya ditarik analisis bahwa Candi Brahu merupakan candi Buddha.

Bagian tubuh dari Candi Brahu beberapa besar merupakan lapisan batu bata baru yang dipasang pada era pemerintahan Belanda. Sebagian besar menurut sejarah Candi Brahu di Trowulan dibangun memakai batu bata merah sebab memiliki kandungan unsur religi atau kepercayaan. Nama Brahu dihubungkan perkiraan berasal dari kata “Wanaru” atau “Waharu”, yakni nama sebuah bangunan suci yang disebutkan di di dalam prasati tembaga “Alasantan” yang ditemukan perkiraan 45 mtr. disebelah barat Candi Brahu.

Berbeda bersama candi lainnya, bentuk Candi Brahu Mojokerto tidak tegas persegi melainkan bersudut banyak, tumpul dan berlekuk. Bagian sedang tubuh Candi Brahu melekuk ke dalam. Lekukan ke di dalam tersebut dipertegas bersama lapisan pola batu bata pada dinding barat atau dinding depan candi. Pada bagian atap candi juga tidak bersifat prisma atau segi empat, melainkan sudut banyak bersama puncak datar.

Kaki candi bersusun 2, kaki bagian bawah kira-kira setinggi 2 m dan membawa tangga disisi barat untuk menuju selasar selebar 1 m yang kelilingi tubuh candi. Candi ini membawa panorama yang bagus. Indahnya taman rerumputan dan juga dihiasi oleh buah maja, menjadikan Candi Brahu menjadi tidak benar satu spot foto yang keren. Banyaknya tempat duduk di tempat candi mengakibatkan pengunjung yang letih sesudah laksanakan perjalanan mampu beristirahat diiringi oleh hembusan angin.

Untuk menuju ke Candi Brahu amat mudah. Dari jalan raya Mojokerto-Jombang, nanti anda akan mendapatkan perempatan kecil dan tersedia panduan menuju ke Candi Brahu. Di perempatan kecil itu anda belok kanan sampai mendapatkan candi yang berada berdekatan bersama Candi Gentong dan Patung Budha Tidur Maha Vihara.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *